Lirik lagu "Kala Luka Berpesta"

"Kala Luka Berpesta"
(feat. Wira Nagara)

Tahun ini, diawali duka
Dibenahi pun sia-sia
Menyerah, biarlah menyerah
Kau tak harus iba

Malam ini kita bernyanyi
Memuja luka terakhir kali

Padang jiwa terabaikan pasca jejak kau hapuskan
Kini ragaku kemarau
Gersang tanpa hara, retak penuh lara
Sendiri, menyusuri relung duka, menyelami palung hampa
Dengan aku berkeping nestapa dan kau tidak apa-apa
Perih memintal sunyi, rintih tak berbunyi
Napas keras menderu, hempas sajikan haru
Manis yang mengiris, hangat nan menyayat
Kutelan bersama bimbang selepas kau buang
Ke iris nadi yang tak kau sesali

Malam ini kita bernyanyi
(Di antara sepi)
Memuja luka terakhir kali

Degup meredup saat kau bilang cukup
Tersisih atas jemu, teralih tanpa temu
Menjadi jeruji di lenyapnya janji sebagai rotasi yang menyeret mati
Andai tanpa penantian, gontai tanpa perhatian
Menempa hati untuk mengerti
Tak ada yang bisa dipaksa pasca lenyap sebuah rasa
Kini hidup kuserahkan pada Sang Maha Menguatkan
Melepas yang melekat, menggilas yang telah tamat
Menjadi semula, sebelum terlena
Memaksa relaku, menghapus namamu dari singgasana

Malam ini kita bernyanyi
(Di antara sepi)
Memuja luka terakhir kali

Maka
Sebelum esok menyingsing dan kita semakin asing
Sudikah berbalik di kala kita pernah seiring?
Telah kusiapkan perjamuan paling pantas
Untuk hati kita mendentingkan gelas
Merayakan kisah yang berakhir kandas
Mendekatlah
Sebagai kembang yang menebarkan wangi
Laksana kenang yang tak mampu diulangi
Kita lepaskan derita dalam luka yang berpesta


You May Also Like
Fiersa Besari - "Garis Terdepan" Bilur makin terhampar dalam rangkuman asa Kalimat hilang makna, logika tak berdaya Di tepian nestapa, hasrat terbungkam sunyi Entah aku pengecut, entah kau tidak peka Kumendambakanmu mendambakanku...
Yovie & Nuno - "Merindu Lagi (Pada Kekasih Orang)" Sejak saat pertama Melihat senyumannya Jantung berdebar debar Inikah pertanda Namun ternyata salah Harapanku pun musnah Sejak aku melihat Kau slalu dengannya Tuhan tolong aku ingin dirinya Rindu...
Tulus - "Pamit" Tubuh saling bersandar Ke arah mata angin berbeda Kau menunggu datangnya malam Saat kumenanti fajar Sudah coba berbagai cara Agar kita tetap bersama Yang tersisa dari kisah ini Hanya kau takut...
Banda Neira - "Sampai Jadi Debu (Menampilkan Gardika Gigih)" Badai Tuan telah berlalu Salahkah ku menuntut mesra? Tiap pagi menjelang Kau di sampingku Ku aman ada bersamamu Selamanya Sampai kita tua Sampai jadi debu Ku di liang yang satu Ku di sebelahmu...
Stand Here Alone - "Indah Tak Sempurna" Terlalu banyak cerita, yang sering aku saksikan Terlalu banyak problema, terlalu sering ku dengar Andai kubisa bicara, kumohon tolong hentikan Hargai aku sebagai keturunan kalian Dan ku tak tahu apa...