Lirik lagu "Di Bawah Jembatan Kuning"

"Di Bawah Jembatan Kuning"

Di bawah jembatan kuning
Di bawah sihir bulan yang bergoyang santai
Di pinggir sungai, di Kota Lamo
Duduk melingkar, cangkir diputar
Hei kawan, tahukah kau semalam laboratorium dibakar

Kalau sudah begini
Apakah masih ada harapan?
Harapan
Dari teman-teman yang masih menyayangi hutan
Harapan
Bagi teman-teman yang masih menyayangi alam
Harapan tan tan tan, ketan ketan ketan ketan ketan
Harapan benaran
Bagi teman-teman yang masih menyayangi kehidupan
Di Kota Lamo

Aku ingin laporan, halo
Tadi siang seekor kupu-kupu menemaniku
Saat sedang buang hajat di tengah hutan
Sungguh ia menemani aku
Ingin kutelefon istri, aku ingin berbagi
Kejadian-kejadian ini
Tapi sayang oh seribu sayang
Mmm sayang oh seribu sayang
Sayang oh seribu sayang
Di sini tiada sinyal, di Kota Lamo
Kota Lamo
Di Kota Lamo

Aku rindu istri, berharap dia ada di sini
Akan tetapi begitu saja walaupun ia terlalu modern
Bisakah mandi di sungai yang ada beraknya?
Bisakah kau sikat gigi di situ?
Bisakah kau keramas di sungai yang ada beraknya?
Oh, apakah krim pemutih kulit dari Korea Selatan yang kau beli di sebuah mal Jakarta Selatan masih represent?
Di Kota Lamo

Tunggu sebentar, lihat itu
Ada babikah yang menyeberang hutan?
Bagaimana kalau kita panggang?
Bagaimana kalau kita bakar, ey
Hei kawan, sini sebentar
Malam ingin bertanya
Apakah kau pernah kelaparan?
Apakah kau pernah kesepian?
Apakah kau pernah nyasar kelaparan dan kesepian?
Apakah ikan-ikan pernah kesepian?
Apakah sungai pernah kehilangan?
Mmm, mengapa manusia selalu berlebihan?
Hei, mengapa aku juga berlebihan?
Oh, aku heran, aku penasaran seketika muncul banyak pertanyaan
Di Kota Lamo, di Kota Lamo

Orang makan ikan lalu berak di sungai
Berak di sungai lalu dimakan ikan
Ikan di sungai lalu kembali dimakan orang, ye
Begitulah siklus kehidupan
Di Kota Lamo
Di Kota Lamo
Di Kota Lamo
Mmm
Ye

Aku heran di tempat seindah ini
Masih saja ada orang serakah
Apakah itu termasuk aku?
Mmm
Aku heran di tempat seindah ini
Masih saja ada orang serakah
Apakah kita harus pasrah?
Apakah kita harus bergerak?
Aku pun heran di tempat seindah ini
Masih saja ada orang serakah
Apakah yang seharusnya dikuasai?
Mengapa ingin menguasai?
Relakah kau dikuasai, hei
Koordinat doa dari mana-mana
Hei
Di Kota Lamo, wuuu
Kota Lamo
Kota Lamo
Mmm
Mmm hmm hmm hmm hmm hmm

Di bawah jembatan kuning
Di bawah sihir bulan yang bergoyang santai
Di pinggir sungai
Di Kota Lamo
Di Kota Lamo
Di Kota Lamo


Writer(s): Patrick Jason Ranti
You May Also Like
.Feast - "Dalam Hitungan Lebih Panjang" Aku tak berguna, jika tak diukur angka Bertobat di media, Tuhan pasti salah sangka Mimpi butuh dana, engagement rate mu berapa? Terka jarak berita, tragedi milik siapa? Memahat citra sesuai...
Tuan Tigabelas - "Move" Assalamualaikum nyonya nyonya tuan tuan Here comes the doom, lari cari bala bantuan Gapernah vakum selalu kerja cari cuan Skill mu megalitikum aku dari masa depan Ku belum pemanasan engkau sudah...
Hindia - "Aku Rasa Kita Selamanya" Aku rasa kita selamanya Kita abadi, menyala bersama Peganganku saat tak ada yang nyata Andalanku, kawan kau selalu ada Ingatkah saat kita bermalam habis? Atau saat ku linglung digantung habis? Saat...
Stars And Rabbit - "Pretty Anticipated" If I stumble in the dark That's okay, light it away and sing If I stumble upon the grace Welcome in, welcome in I've been calling for you Let's raving life and swing Swing... Oh swing I would've...
Figura Renata - "Ombak Tua" Kedua kakimu tersentak Untuk berdiri sejenak Berlari pada tubuhku Mengharap waktu berlalu Berhenti saat kau ragu Basah menyentuh kakimu Aku sebagai sang ombak Menyarankanmu tuk tenang Lara kan...