Lirik lagu "Mulanya"

"Mulanya"

Yuk, ga, pat

Waktu itu, awal delapan puluhan
Aku lamar kamu jadi istriku
Mulanya biasa saja
Kuajak kamu sambil cengengesan

Entah apa yang membuatku nekat begitu
Aku pun tak tahu bagaimana menghidupimu
Hanya gitar dan lagu-lagu yang kupunya
Itu pun hanya sekedarnya saja

Kutemui keluargamu, kutemui bapakmu
Kusebrangi lautan, kupetik bulan dan bintang
Semuanya untukmu, ya untukmu
Tapi juga untukku juga, ding
Hutan, gunung dan jalanan hanyalah tamu

Sampai hari itu datang, kamu pasrah
Aku merasa menjadi berarti
Terima kasih, kamu sudah mau percaya
Semoga langgeng dan menjadi inspirasi

Aku berusaha mengingat-ingat lagi
Lalu kucatat dan menjadi lagu
Karena memang dari situlah awal mulanya
Untuk buah hati, lingkungan dan hidup itu sendiri

Kutemui keluargamu, kutemui bapakmu
Kusebrangi lautan, kupetik bulan dan bintang
Semuanya untukmu, ya untukmu
Tapi juga untukku juga ding
Hutan, gunung dan jalanan hanyalah tamu

Sampai hari itu datang, kamu pasrah
Aku merasa menjadi berarti
Terima kasih kamu sudah mau percaya
Semoga langgeng dan menjadi inspirasi

Aku berusaha mengingat-ingat lagi
Lalu kucatat dan menjadi lagu
Karena memang dari situlah kita mulanya
Untuk buah hati, lingkungan dan hidup itu sendiri

Waktu itu, awal delapan puluhan


Writer(s): Virgiawan Listanto
You May Also Like
Payung Teduh - "Berdua Saja" Ada yang tak sempat tergambarkan Oleh kata ketika kita berdua Hanya aku yang bisa bertanya Mungkinkah kau tahu jawabnya Malam jadi saksinya Kita berdua diantara kata Yang tak terucap Berharap waktu...
Wali - "Nenekku Pahlawanku" Jujur aku mengaku Ku sakit hati padamu Mengapa kau lukai aku Mengapa putuskan diriku Untung ada nenekku Nenek bilang kepadaku Bahwa bila gugur satu Akan tumbuh sepuluh ribu Aku tak menangisimu...
Float - "Pulang" Dan lalu... Rasa itu tak mungkin lagi kini Tersimpan di hati Bawa aku pulang, rindu! Bersamamu! Dan lalu... Air mata tak mungkin lagi kini Bicara tentang rasa Bawa aku pulang, rindu! Segera!...
.Feast - "Kami Belum Tentu" Tiang masih berdiri Bendera makin tinggi Berkibar tiap pagi Dimakan matahari Merah makin memudar Yang bunglon merasa benar Putih makin menguning Yang pintar masih berpaling Ditinggal beasiswa Tenang...
Panji Sakti - "Jiwaku Sekuntum Bunga Kemboja" Jiwaku sekuntum bunga kemboja Dihempas angin Didera hujan Disengat matahari Dicekam cerita dan Aku kan mengingatnya Sebagai cinta yang memahami Bagaimana pun akhir cerita kita Sekuntum jiwa yang tak...